PRADAKSINA CANDI BOROBUDUR.
Menghormati stupa dan objek-objek suci lainnya dengan melakukan pradaksina akan membawa kebajikan dan purifikasi bagi yang melakukannya. Praktik ini dilakukan saat berdharmayatra ke Candi Borobudur, juga pada waktu-waktu tertentu secara intensif. Beberapa orang telah melakukannya setiap hari selama satu bulan penuh.
DHARMAYATRA. Diadakan secara berkala dari waktu ke waktu sebagai salah satu sarana utama untuk mendapatkan kebajikan dan memurnikan karma-karma negatif. Untuk informasi selengkapnya mengenai kegiatan Dharmayatra ataupun Tirtayatra, silahkan
klik di sini.
DHARMADESANA. Pengajaran Dharma secara terprogram dan berkesinambungan berusaha untuk memajukan perkembangan spiritual setiap individu. Dengan kebijaksanaan yang semakin berkembang, kebajikan seseorang akan meningkat dan ketidakbajikan akan berkurang.
BENDERA MANTRA.
Ditegakkan di atas puncak gunung demi kebahagiaan semua makhluk. Dilakukan pada salah satu perjalanan Tirtayatra.
MENCETAK PERSEMBAHAN PARAMITAYANA. Persembahan paramitayana atau tsa-tsa, adalah rupang Buddha atau Bodhisattva berukuran relatif kecil yang terbuat dari tanah liat, gips, atau bahan lainnya. Mencetak rupang Buddha dan Bodhisattva merupakan salah satu dari keenam praktik utama untuk memurnikan karma-karma buruk. Setelah selesai dibuat dan diwarnai, rupang tersebut dapat dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkannya.
Menyadari bahwa kebajikan selalu lemah,
Kekuatan kejahatan
semakin meluas,
Kecuali dengan bodhicitta,
Dengan kebajikan apalagi ia
akan dapat dikalahkan?
Seperti api di akhir zaman,
Bodhicitta dengan cepat membakar segala dosa besar,
Kebajikannya tak dapat diukur,
Sebagaimana yang diajarkan
kepada Sudhana oleh
Arya Maitreya yang bijaksana
Bodhicaryavatara
(Di bawah ini adalah informasi kegiatan yang kami lakukan di waktu yang lalu. Untuk saat ini kategori kegiatan yang ketiga ini ditiadakan.)
“Aku mempersembahkan apa yang kunamakan sedikit bubur. Dan dari tunas yang kecil itu tumbuhlah pohon keagungan ini yang begitu lebatnya hingga membuat mahkota permata raja lain seakan seperti debu di kakiku.
Kekayaan, serta semua hal yang lain, tentulah pada akhirnya harus ditinggalkan, setelah itu sama sekali tak berguna lagi. Namun dengan mendanakannya dengan cara yang benar, berbagai keuntungan akan diperoleh. Siapakah yang kemudian mengerti akan hal ini, memilih cara hidup mementingkan diri sendiri?
Dana adalah harta terbesar.
Tak ada pencuri yang dapat mencurinya, tak ada api yang dapat menghancurkannya, tak ada air
yang dapat menghanyutkannya,
tak ada raja yang dapat merampasnya.
Dana membersihkan sikap mementingkan diri sendiri serta keserakahan, menghentikan kemelaratan sepanjang hidup kita. Itulah sahabat terbaik kita yang tiada henti memberi kesenangan dan kenyamanan.”
Kulmashapindi Jataka
“Semoga pikiran bodhicitta yang luhur dan mulia terlahir pada mereka yang telah siap mencapainya. Bagi mereka yang telah mencapainya, semoga tak akan merosot, tetapi terus berkembang selamanya.
PENGEMBANGAN RISET OBAT-OBATAN HERBAL. Menurut risalah Bodhisattvabhumi yang ditulis oleh Guru Arya Asanga, seseorang yang mengikuti ajaran Mahayana seyogyanya memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosial di sekitarnya, berusaha untuk membantu dan menolong mereka.
Terdapat begitu banyak permasalahan dan derita yang terjadi di masyarakat, namun salah satu yang utama adalah penyakit. Untuk itu, telah dikembangkan riset obat-obatan herbal untuk beberapa jenis penyakit tertentu.
OBAT UNTUK MENCEGAH FLU BURUNG. Munculnya kasus flu burung di tengah-tengah masyarakat kita perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak sampai berkembang menjadi wabah yang membahayakan setiap orang.
Melalui riset yang seksama dengan menggunakan sumber yang terpercaya, telah berhasil diformulasikan suatu ramuan herbal yang dapat membantu masyakat terhindar dari virus flu burung. Informasi selengkapnya tentang flu burung dapat dilihat di sini.
DIBERIKAN KEPADA MASYARAKAT LUAS.
Ramuan herbal yang telah dibuat kemudian dibagi-bagikan kepada masyarakat luas. Salah satunya adalah di daerah Legok, Tangerang, yaitu di sebuah perkampungan yang berada sangat dekat dengan peternakan ayam dan unggas. Dengan demikian cukup rentan untuk tertular virus flu burung. Ramuan ini diberikan kepada siapa pun yang memerlukannya,
sebagai bantuan untuk kemanusiaan.
RAMUAN HERBAL UNTUK HEPATITIS/ LIVER. Terdiri dari berbagai simplisia tanaman herbal yang berkhasiat untuk memulihkan fungsi kerja hati dan mengobati penyakit hepatitis/Liver.
EKSTRAK TEMULAWAK. Merupakan konsentrat sari Temulawak (Curcuma Xanthoriza Roxb) yang berkhasiat untuk membantu pemulihan penderita penyakit liver/hepatitis. Juga sangat baik untuk membantu menumbuhkan nafsu makan.
VIRGIN COCONUT OIL (VCO). Minyak kelapa murni ini berkhasiat sangat baik untuk membantu para penderita penyakit degeneratif seperti: diabetes (kencing manis), AIDS/HIV, kolesterol, jantung, darah tinggi, alergi, dan sebagainya. Pengaruh baiknya cukup cepat dirasakan oleh penderita, namun dibutuhkan kedisiplinan dan keteraturan dalam mengkonsumsinya.
MENGUMPULKAN BAJU LAYAK PAKAI. Pakaian layak pakai dikumpulkan, untuk suatu saat didanakan kepada mereka yang membutuhkannya. Misalnya untuk korban bencana alam, kebakaran, banjir, dan sebagainya.
PENGEMBANGAN RISET TEKNOLOGI. Usaha pengembangan riset teknologi ini dikemudian hari diharapkan dapat membantu membekali masyarakat Buddhis dengan berbagai ketrampilan dan pengetahuan. Hal ini akan melengkapi sisi lain dari kehidupan seorang praktisi Buddhis yang tidak memasuki sangha, di mana ia tidak terlepas dari kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.
MEMBUAT MINYAK TELON.
Di samping adalah minyak telon yang telah dibuat. Di Indonesia minyak ini biasa digunakan oleh ibu untuk anak-anaknya.
PENYULINGAN MINYAK ATSIRI. Minyak atsiri atau essential oil adalah minyak yang mudah menguap. Minyak ini menimbulkan bau harum pada bunga-bungaan, selain itu juga ditemukan pada golongan rempah-rempah. Digunakan untuk keperluan aromatherapi, kulineri, industri dan sebagainya.
ESSENTIAL OIL YANG TELAH DISULING. Di samping adalah minyak atsiri yang telah disuling, antara lain: melati (jasmine), kenanga (Ylang-Ylang), nilam (patchouli), peppermint, cengkeh (clove bud), pala (nutmeg), bawang putih (garlic), adas (fennel), pekak (star anise), kapulaga (cardamomum), akar wangi (vetiver), jahe (ginger) kayu manis (cinnamon), dan temulawak.
Halaman 01 | 02 | 03
DOA DAN DEDIKASI
Semoga aku menjadi dokter serta obat.
Dan semoga aku menjadi perawat bagi semua yang sakit di dunia ini.
Hingga setiap orang menjadi sehat.
Semoga turun hujan makanan dan minuman untuk menghalau haus dan lapar yang menyiksa.
Dan pada saat musim paceklik,
Semoga aku merubah diriku sendiri menjadi makanan dan minuman.
Semoga aku menjadi harta yang tak dapat habis bagi mereka yang miskin dan malang.
Semoga aku berubah menjadi segala benda yang mereka butuhkan. Dan semoga terletak di dekat mereka
Semoga aku menjadi pelindung bagi mereka yang tidak memilikinya.
Penunjuk jalan bagi orang yang bepergian.
Semoga aku menjadi jembatan, sampan, dan perahu bagi semua yang hendak menyeberangi (air).
Semoga aku menjadi pulau bagi mereka yang mencarinya. Dan pelita bagi mereka yang menginginkan penerang.
Semoga aku menjadi kasur bagi mereka yang ingin beristirahat. Dan budak bagi mereka yang menginginkan budak.
Semoga aku menjadi permata pengabul harapan, bejana ajaib, mantra yang ampuh, dan obat yang mujarab.
Semoga aku menjadi pohon pengabul harapan dan sapi yang banyak untuk dunia.
Sebagaimana angkasa serta unsur besar seperti bumi. Semoga aku senantiasa menopang kehidupan semua makhluk hidup yang tak terhitung.
Semoga yang buta dapat melihat.
Semoga yang tuli dapat mendengar.
Dan sebagaimana Dewi Maya, semoga semua wanita hamil melahirkan tanpa rasa sakit.
Semoga yang telanjang memperoleh busana. Semoga yang lapar mendapatkan makanan. Semoga yang kehausan menemukan air dan minuman menyegarkan.
Semoga yang miskin memperoleh kekayaan. Yang lemah karena kesedihan menemukan kebahagiaan. Semoga yang putus asa menemukan harapan baru, kebahagiaan tiba-tiba dan kemakmuran.
Semoga semua yang sakit dan menderita segera terbebas dari sakitnya. Dan semoga setiap jenis penyakit di dunia tidak akan muncul lagi.
Semoga yang merasa takut bebas dari ketakutannya dan yang terikat dibebaskan. Semoga yang tak berdaya menemukan kebenaran.
Semoga manusia mengutamakan kebajikan satu dengan yang lain.
Bagi semua lapisan siswa, semoga terdapat banyak Bodhisattva berdiam di setiap daratan menghiasinya dengan kemuliaannya.
Semoga tiada lagi makhluk yang menderita, melakukan kejahatan, ataupun jatuh sakit
Semoga tiada lagi orang yang takut ataupun cemas ataupun pikirannya dalam tekanan.
Bodhicaryavatara Shantideva
