Budha
logo info

(Berikut ini adalah informasi berbagai kegiatan kami yang aktual)

GRAND PUJA ARYA JAMBHALA 
Diadakan setiap awal tahun baru (1 Januari). Persembahan yang ekstensif, pelafalan doa, pujian, dan mantra dilakukan untuk memohon berkah dan perlindungan Buddha Jambhala. Awal tahun dimulai dengan puja besar agar kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagiaan baik duniawi maupun Dharma selalu menyertai kita semua.

GRAND PUJA ARYA TARA 
Diadakan setiap awal tahun baru imlek. Puja Tara dilakukan dengan berbagai persembahan yang ekstensif, pelafalan pujian 21 Tara dan mantra Tara untuk memohon berkah dan perlindungan Arya Tara. Semoga kebajikan yang terkumpul menyebabkan segala aspirasi bajik dan upaya spiritual semakin mudah untuk mencapai keberhasilan. 

DHARMAYATRA
Dharmayatra ke Borobudur dan candi-candi di sekitarnya dilakukan di setiap bulan Waisaka (Mei). Selain itu Dharmayatra ke berbagai tempat ziarah di mancanegara juga dilakukan pada saat-saat tertentu.

Dharmayatra_01_small

PUJA UNTUK BAPAK SUMATIJNANA
Dilakukan setiap tanggal 8 Oktober sebagai bentuk rasa bakti kepada Bapak Sumatijnana. Semoga seluruh siswa dapat mengikuti jejak beliau dalam menapaki jalan spiritual menuju tercapainya Kebuddhaan yang sempurna.

UPACARA ULAMBANA
Upacara Ulambana (sembahyang leluhur/pelimpahan jasa) dilakukan setiap bulan ke-7 penanggalan chinese, yaitu pada minggu ke-3 atau ke-4. Upacara ini diikuti dengan acara bakti sosial dan pelimpahan jasa kebajikan kepada leluhur. Bagi yang ingin ikut serta mendoakan leluhurnya dapat menghubungi kami.

PUJA KHUSUS
Berbagai puja khusus juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan umat, misalnya pemberkatan kelahiran, hari ulang tahun, selamatan, ataupun upacara duka. 

KEGIATAN RUTIN
1. Kebaktian di setiap hari Minggu pagi, pukul 10.30 hingga selesai, di Tara Temple Jakarta. Kebaktian diselingi dengan sesi mendengarkan rekaman Dharmadesana Bapak Sumatijnana.
2. Puja 21 Tara, setiap tanggal 15 penanggalan lunar (cap go), pukul 19.30 hingga selesai, di Tara Temple Jakarta.
3. Puja Jambhala, setiap tanggal 8 penanggalan lunar (che pek), pukul 19.30 hingga selesai, di centre Bhumisambhara.  

“Baginda, semua ini berasal dari kebajikan mereka. Apa pun kebajikan yang diperoleh seseorang di dunia ini – harta dan kekayaan yang melimpah, usaha yang baik, kecantikan, dan kecemerlangan – semua ini berasal dari kekuatan kebajikan.

Suatu ketika, Buddha Vipasyin, karena maitri dan karunanya kepada dunia, berjalan menuju Sravasti bersama-sama dengan Sanghanya. Saat itu ada sepasang anak laki-laki dan perempuan sedang bermain-main dengan gajah kayunya di pinggir jalan.

Ketika mereka melihat Buddha Vipasyin dan para pengikutnya, tubuh Sang Buddha bersinar dengan cahaya keemasan bagaikan sekuntum teratai yang merekah, mereka bersujud kepada Buddha dengan keyakinan dan kerendahan hati, lalu mempersembahkan gajah kayunya dengan meletakkannya di kaki Sang Buddha. Buddha yang mengetahui ketulusan bakti mereka, dengan belas kasih menyentuh gajah kayu itu dengan kaki teratainya.

Anak laki-laki itu kemudian berpikir, “Semoga aku selalu terlahir dalam keluarga yang baik; semoga wajahku tampan, memiliki kekayaan dan kekuasaan, dan semoga aku menikahi teman bermainku dan mengendarai seekor gajah emas.”

Anak perempuan itu melihat indahnya jubah Sang Buddha, lalu berpikir,”Semoga aku selalu terlahir dengan jubah Dharma yang seperti itu.”

Buddha kemudian memberkati mereka sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Kedua anak tersebut kini adalah Hastaka dan Civara.”

Kisah Keberuntungan Hastaka
AVADANAKALPALATA 

Halaman 01 | 02 | 03